Cara Memilih Investasi Reksadana untuk Pemula

Cara Memilih Investasi Reksadana untuk Pemula

Meskipun reksadana dikelola oleh manajer profesional, namun tidak semua reksadana yang ditanamkan berkinerja baik. Ada banyak reksadana yang bahkan tidak mampu masuk kedalam index. Itulah mengapa sangat penting untuk memilih reksa dana yang tepat dan dapat memenuhi tujuan investasi. Maka disiini akan dijelaskan cara memilih investasi reksadana untuk pemula.

Saat meneliti reksadana terbaik untuk diinvestasikan, banyak dari para pemula hanya melihat kinerja di masa lalu. Namun, dua faktor penting lainnya yang harus diperiksa sebelum memilih reksadana adalah, apakah tujuan reksadana tersebut sesuai dengan tujuan investasi dan apa ragam resiko yang terkait dengan reksadana tersebut.

selain itu, investasi reksadana adalah hubungan jangka panjang. Tidak seperti investasi langsung dalam saham, di mana investor dapat beralih saham dengan cepat, dan untuk reksadana adalah komitmen jangka panjang. Banyak investor bertahan dengan dana mereka selama lebih dari 8 hingga 10 tahun. Karena itu, sangat penting untuk memilih reksadana yang tepat dan tidak terjebak dengan reksadana yang tertinggal, agar waktu dan uang tidak terbuang sia-sia.

Baca dokumen penawaran dengan cermat

Salah satu dokumen paling komperhensif yang disediakan setiap reksadana adalah dokumen penawarannya (dikenal juga sebagai prospektus). Langkah pertama yang mungkin langkah terbesar saat memilih reksadana adalah membaca dokumen penawaran dengan cermat.

Dokumen penawaran berisi semua detail penting mengenai reksadana seperti tujuannya, jenis skema, kinerjanya di masa lalu, detail tentang perusahaan manajemen aset, kelas aset yang mendasari dan lain-lain. Maka mulailah penelitian dengan membaca dokumen penawaran reksadana. Selain itu tidak terlalu sulit untuk memahami dokumen-dokumen tersebut, apa bila riset dilakukan dengan benar dan serius.

Sesuaikan tujuan reksadana 

Setiap reksadana memiliki tujuan tertentu, dan berdasarkan tujuannya, terdapat faktor-faktor yang berbeda seperti alokasi aset (ekuitas terhadap bobot obligasi), pajak, tema / fokus sektor, dan lain-lain.

Penting untuk membaca dokumen penawaran reksadana dengan seksama, lalu mengidentifikasi apakah tujuan reksadana tersebut memenuhi kebutuhan investasi dalam faktor-faktor yang disebutkan di atas. Jika sasaranya tidak relevan, maka reksadana tersebut tidak sesuai dengan tujuan investasi.

Periksa biaya dan beban 

Reksadana membebankan biaya untuk layanan dan beban lainnya seperti biaya manajer, biaya operasional & administrasi, biaya iklan dan lain-lain. Secara umum, rasio pengeluaran dalam melakukan reksadana bisa mencapai 2-2,5%. Selain dari itu, beberapa reksadana juga dapat membebankan biaya muka saat mulai berinvestasi(entri masuk), atau biaya penjualan yang ditanggungkan saat melakukan penjualan saham (beban keluar).

Potongan-potongan informasi ini hadir dealam surat penawaran reksadana. Sebagai investor, sudah menjadi insting pertama untuk menjauhi reksadana dengan biaya dan beban yang tinggi.

Mengevaluasi kinerja 

Meskipun kinerja reksadana di masa lalu tidak akan menjamin seberapa baik kinerjanya di masa depan, namun hal tersebut memberikan gambaran kasar terhadap ekspektasi keuntungan yang akan didapat. Ini tentu merupakan faktor penting yang harus diperiksa tiap saat. selain itu, membandingkan kinerja reksa dana sebelumnya dengan tolak ukur maka akan memberi gagasan yang lebih baik tentang kinerja aktualnya.

Menganalisa portofolio kepemilikan

Ini mungkin sedikit rumit bagi yang tidak memiliki pengetahuan berinvestasi. Bahkan jika memiliki pengetahuan berinvestasi dalam reksa dana, bagaimana memahami apakah kepemilikannya baik atau buruk?

Menganalisis portofolio dan kepemilikan memberi gambaran umum tentang dimana dana yang ditanamkan diinvestasikan. Kuncinya adalah memastikan bahwa dana tersebut dinvestasikan dalam jenis sekuritas yang diminati. Misalnya jika menggemari otomotif dan optimis terhadap peluang otomotif saat ini sangat tinggi, carilah reksadana yang memiliki persentase alokasi tinggi di sektor otomotif.

Cek juga https://www.cekaja.com/info/kiat-investasi-reksa-dana-untuk-pemula/ untuk melihat kiat-kiat investasi reksadana untuk pemula.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *